HIKAYAT SAPI DAN KERBAU
Al-kisah pada zaman dahulu kala sapi dan kerbau adalah sahabat
karib.pada masa itu sapi mempunyai kulit berwarna hitam
kecoklatan,sedangkan kerbau berkulit putih.
Pada suatu hari...datang seorang pendatang di padang rumput tempat
para sapi dan kerbau tinggal,hewan itu adalah banteng.
Dengan tanduk yang besar dan runcing serta warna kulit hitam gelap
membuatnya tampak sangat gagah.Sehingga membuat para sapi dan kerbau
betina sangat mengaguminya.
Dengan cepat "kabar angin" tentang kegagahan banteng tersebar ke
penjuru padang rumput.Sehingga banteng menjadi "buah bibir" di
kalangan para sapi dan kerbau betina.
Sapi tak terlalu memperdulikan akan kabar itu,karena dia mensyukuri
karunia yang di berikan tuhan padanya.
Tapi tak begitu dengan si kerbau,dia merasa iri dan cemburu pada si banteng.
"Huh..apa hebatnya si banteng itu?padahal aku tak jauh beda dari
dia.Tanduk ku juga besar dan runcing,badan ku juga gagah..cuma beda
warna kulit saja..".Gerutu si kerbau dalam hati.
"hmm..mungkin saja jika warna kulit ku hitam,aku bisa lebih gagah dari
si banteng,dan aku akan ganti jadi terkenal.Kalau begitu,aku ada ide
untuk menipu sapi agar mau bertukar kulit dengan ku.hahaha...".Mulai
timbul fikiran licik di otak si kerbau.
Ahirnya si kerbau pun menemuai si sapi yang waktu itu sedang berendam
di sungai.Si kerbau pun mulai membujuk dan merayu sapi agar mau
bertukar kulit.Tapi si sapi tak mau karena dia sudah merasa mensyukuri
apa yang dia miliki.
Tapi si kerbau tak mau menyerah..sampai dia merengek rengek dan
memohon atas nama persahabatan pada si sapi.
Karena terus di desak dan merasa kasihan,si sapi pun ahirnya mau.Tapi
si kerbau harus berjanji setelah mereka bertukar kulit,kerbau harus
mensyukuri apapun yang dia miliki dan tak menyesali tiap hal yang dia
minta sendiri.Tanpa fikir panjang karena terbawa nafsu,si kerbau pun
menyanggupi.
Dan ahirnya mereka bertukar kulit,si sapi jadi berwarna putih sedang
kerbau berwarna hitam kecoklatan.
Tapi setelah bertukar...ternyata kulit sapi terlalu kecil untuk ukuran
tubuah kerbau yang kekar dan besar,sehingga kulit itu terasa
sesak,terlalu ketat,dan membuat kerbau tak nyaman.
Sedangkan kulit kerbau yang di pakai sapi ternyata kebesaran,bahkan
bagian leher terlihat menggelambir dan terasa longgar.Sehingga membuat
sapi merasa sejuk dan bebas bergerak.
Tapi karena merasa kurang nyaman dengan kulit barunya,si kerbau pun
kembali mengajak untuk bertukar kulit,tapi si sapi tidak mau lagi
karena sebelumnya si kerbau telah berjanji.
Berulang kali si kerbau merengek dan merayu untuk bertukar lagi,tapi
si sapi tetap tak mau.
Bahkan taip bertemu di manapun dan kapanpun,si kerbau tetap berusaha
membujuk.Tapi si sapi selalu bilang "tidak mau".
Nah itulah alasan yang menjelaskan kenapa kulit sapi terlihat longgar
dan menggelambir di bagian leher.
Dan alasan yang menjelaskan kenapa sapi bersuara "mooohhh" yang dari
bahasa jawa (bahasa jawa kasar) "emoh" yang artinya "tidak mau".
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/hikayat-sapi-dan-kerbau.html
Minggu, 02 Juni 2013
tulisan 8
TIKUS DAN SANG RAJA HUTAN
Pada suatu hari,ada seekor tikus yang berkeliaran di tengah hutan.
Tikus itu berkeliling untuk mencari makan.
Dengan riang dia berkeliling sambil sesekali bernyanyi untuk mengaihkan fikiranya dari rasa lelah.
Karena keasikan,tanpa dia sadari dia sudah berjalan terlalu jauh dari rumah.
Sadar bahwa dirinya sudah terlalu jauh masuk ketengah hutan,tikus itupun memutuskan untuk balik arah dan pulang ke rumah.
Tapi sial..karena dia terlalu jauh masuk ke tengah hutan yang sebelumnya belum pernah dia lewati,diapun tersesat.
Tikus itupun berkeliling hutan tanpa tau arah,dia berharap bisa menemukan jalan pulang.
Tapi nasib sial kembali menimpanya,bukanya menemukan jalan pulang tapi malah dia kesasar di sarang singa yang sedang tidur.
Setelah tikus itu menyadari dirinya masuk ke sarang singa yang tengah tertidur lelap,si tikus pun segera berlari kebingungan mencari jalan keluar.
Tapi karena tikus itu sangat panik,dia malah lari naik ke atas hidung si singa.
Kontan saja si singa langsung terbangun dan mengaum dengan kerasnya.
Singa itu sangat marah karena waktu istirahatnya telah di ganggu.
Dengan penuh amarah singa itu menangkap tikus malang tersebut dan mencengkeram dengan kuku-kukunya yang tajam.
"Dasar binatang kecil tak tau sopan santun...! Apa kau sudah bosan hidup sampai kau berani mengganggu tidur ku..?".Teriak sang singa dengan garang.
"A'..A'...ampuuunnn baginda raja. Hamba tak sengaja..hamba tadi tersesat sampai sini..ma'afkan hamba tuan ku...".kata si tikus dengan tergagap-gagap karena takut.
"Hah...hewan seperti mu harus di beri pelajaran. Biar bisa di jadikan contoh bagi hewan-hewan lain agar tak ada lagi yang berani mengganggu ku. Aku singa... Sang raja hutan yang perkasa..".kata sang singa dengan angkuhnya.
"Ampun tuan ku...jangan makan hamba. Tolong lepaskan hamba.
Hamba berjanji jika paduka melepaskan hamba,hamba tidak akan melupakan kemurahan hati baginda raja.
Dan suatu saat,hamba akan membalas budi membantu baginda raja di kala baginda dalam masalah".Kata si tikus memohon.
Mendengar perkataan si tikus,sang singa langsung tertawa terbahak-bahak.
Dengan nada menghina singa berkata...
"Ha..ha..ha..kamu mau menolong ku?
Binatang sekecil kamu bisa apa?
Menolong diri sendiri saja tak sanggup,malah berjanji mau menolong ku.
Lagi pula aku ini singa...sang raja hutan,siapa yang mampu menandingi ku..?hahahaha...".kata sang singa dengan sombongnya.
"Tapi karena kau telah membuat ku tertawa,aku tak jadi marah pada mu.
Kau akan ku lepaskan.
Lagi pula...sia-sia saja jika aku memakan mu. Tubuh kecil mu tak ada artinya untuk perut ku". Kata singa itu lagi.
Dan ahirnya sang singa membiarkan tikus itu pergi.
Selang beberapa hari setelah kejadian itu,sang singa tertimpa musibah.
Waktu sedang mencari mangsa,sang singa terperangkap dalam jaring yang di pasang oleh pemburu.
Dia meronta sekuat tenaga,tapi dia tetap tak bisa lepas dari jaring itu.
Dan karena marah dan putus asa,sang singa mengaum dengan keras.
Hingga suara aumanya terdengar di seluruh hutan belantara.
Hingga semua hewan dapat mendengarnya,tak terkecuali si tikus yang saat itu sedang mencari makan.
Si tikus pun lalu berlari mencari dari mana arah suara itu berasal.
Ahirnya dia pun menemukan sang singa yang sudah lemas kehabisan tenaga karena dari tadi meronta-ronta.
Tanpa menunda-nunda lagi,si tikus pun segera menghampiri sang singa dan menggit tali-tali jaring dengan gigi-gigi kecilnya.
Ahirnya tali-tali jaring itupun terputus dan sang singa dapat terlepas dari perangkap.
"Nah paduka...sekarang hamba telah menepati janji hamba.
Walau tubuh hamba kecil,bukan berarti hamba tak bisa menolong hewan yang lebih besar dan lebih kuat dari hamba.
Karena tuhan menciptakan semuamahluk dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing". Kata si tikus kemudian pergi meninggalkan sang singa yang hanya dapat terdiam menyadari kesalahanya.
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/04/dongeng-tikus-dan-sang-raja-hutan.html
Pada suatu hari,ada seekor tikus yang berkeliaran di tengah hutan.
Tikus itu berkeliling untuk mencari makan.
Dengan riang dia berkeliling sambil sesekali bernyanyi untuk mengaihkan fikiranya dari rasa lelah.
Karena keasikan,tanpa dia sadari dia sudah berjalan terlalu jauh dari rumah.
Sadar bahwa dirinya sudah terlalu jauh masuk ketengah hutan,tikus itupun memutuskan untuk balik arah dan pulang ke rumah.
Tapi sial..karena dia terlalu jauh masuk ke tengah hutan yang sebelumnya belum pernah dia lewati,diapun tersesat.
Tikus itupun berkeliling hutan tanpa tau arah,dia berharap bisa menemukan jalan pulang.
Tapi nasib sial kembali menimpanya,bukanya menemukan jalan pulang tapi malah dia kesasar di sarang singa yang sedang tidur.
Setelah tikus itu menyadari dirinya masuk ke sarang singa yang tengah tertidur lelap,si tikus pun segera berlari kebingungan mencari jalan keluar.
Tapi karena tikus itu sangat panik,dia malah lari naik ke atas hidung si singa.
Kontan saja si singa langsung terbangun dan mengaum dengan kerasnya.
Singa itu sangat marah karena waktu istirahatnya telah di ganggu.
Dengan penuh amarah singa itu menangkap tikus malang tersebut dan mencengkeram dengan kuku-kukunya yang tajam.
"Dasar binatang kecil tak tau sopan santun...! Apa kau sudah bosan hidup sampai kau berani mengganggu tidur ku..?".Teriak sang singa dengan garang.
"A'..A'...ampuuunnn baginda raja. Hamba tak sengaja..hamba tadi tersesat sampai sini..ma'afkan hamba tuan ku...".kata si tikus dengan tergagap-gagap karena takut.
"Hah...hewan seperti mu harus di beri pelajaran. Biar bisa di jadikan contoh bagi hewan-hewan lain agar tak ada lagi yang berani mengganggu ku. Aku singa... Sang raja hutan yang perkasa..".kata sang singa dengan angkuhnya.
"Ampun tuan ku...jangan makan hamba. Tolong lepaskan hamba.
Hamba berjanji jika paduka melepaskan hamba,hamba tidak akan melupakan kemurahan hati baginda raja.
Dan suatu saat,hamba akan membalas budi membantu baginda raja di kala baginda dalam masalah".Kata si tikus memohon.
Mendengar perkataan si tikus,sang singa langsung tertawa terbahak-bahak.
Dengan nada menghina singa berkata...
"Ha..ha..ha..kamu mau menolong ku?
Binatang sekecil kamu bisa apa?
Menolong diri sendiri saja tak sanggup,malah berjanji mau menolong ku.
Lagi pula aku ini singa...sang raja hutan,siapa yang mampu menandingi ku..?hahahaha...".kata sang singa dengan sombongnya.
"Tapi karena kau telah membuat ku tertawa,aku tak jadi marah pada mu.
Kau akan ku lepaskan.
Lagi pula...sia-sia saja jika aku memakan mu. Tubuh kecil mu tak ada artinya untuk perut ku". Kata singa itu lagi.
Dan ahirnya sang singa membiarkan tikus itu pergi.
Selang beberapa hari setelah kejadian itu,sang singa tertimpa musibah.
Waktu sedang mencari mangsa,sang singa terperangkap dalam jaring yang di pasang oleh pemburu.
Dia meronta sekuat tenaga,tapi dia tetap tak bisa lepas dari jaring itu.
Dan karena marah dan putus asa,sang singa mengaum dengan keras.
Hingga suara aumanya terdengar di seluruh hutan belantara.
Hingga semua hewan dapat mendengarnya,tak terkecuali si tikus yang saat itu sedang mencari makan.
Si tikus pun lalu berlari mencari dari mana arah suara itu berasal.
Ahirnya dia pun menemukan sang singa yang sudah lemas kehabisan tenaga karena dari tadi meronta-ronta.
Tanpa menunda-nunda lagi,si tikus pun segera menghampiri sang singa dan menggit tali-tali jaring dengan gigi-gigi kecilnya.
Ahirnya tali-tali jaring itupun terputus dan sang singa dapat terlepas dari perangkap.
"Nah paduka...sekarang hamba telah menepati janji hamba.
Walau tubuh hamba kecil,bukan berarti hamba tak bisa menolong hewan yang lebih besar dan lebih kuat dari hamba.
Karena tuhan menciptakan semuamahluk dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing". Kata si tikus kemudian pergi meninggalkan sang singa yang hanya dapat terdiam menyadari kesalahanya.
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/04/dongeng-tikus-dan-sang-raja-hutan.html
tulisan 7
SI KANCIL DAN KUDA YANG ANGKUH
Mendung masih bergelanyut manja di kolong langit. Pucuk-pucuk dedaunan
masih basah membekas sisa-sisa hujan bagai butiran mutiara.
Sore itu si kancil berjalan di perbatasan hutan. Dia dalam perjalanan
pulang setelah seharian berkeliling hutan menikmati rumput-rumput yang
segar.
Dari kejauhan si kancil melihat kuda yang berlari dengan kencang.
Helai-helai bulu bak rambut yang tumbuh di bagian atas lehernya
tergerai tersapu angin,membuat kuda itu tampak sangat gagah dan
menakjubkan.
Kuda itu terus berlari menghampiri si kancil. Dengan kencangnya dia
melewati si kancil dan menginjak kubangan air di dekat si kancil
hingga air itu muncrat mengenai si kancil yang terkejut.
"Hai kuda..!! Hati-hati kalu berlari. Lihat jalan dong...!!". Teriak kancil.
Merasa dirinya di tegur,kuda itu pun berhenti dan menghampiri si kancil.
"Memangnya kenapa? Ini kan jalan umum,jadi bebas dong!". Kata si kuda membantah.
"Iya.. Tapi lihat-lihat juga pengguna jalan yang lain. Jangan
cepat-cepat kalau lari,ini kan bukan jalan punya nenek moyang mu..".
Kata si kancil sedikit jengkel.
"Lho..memangnya apa urusan mu? Aku mau lari kencang atau tidak,itu kan
hak ku. Paling-paling kau cuma iri karena tak bisa lari secepat aku.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa akulah hewan tercepat di seluruh hutan
ini,bahkan harimau dan singa pun tak sanggup mengalahkan
ku..hahaha..". Kata kuda dengan sombongnya.
Merasa dirinya di hina,si kancil pun merasa tertantang. Lalu timbulah
niat nekat di fikiranya...
"Wah..siapa bilang aku akan kalah oleh mu? Kalau kau memang
berani,bagai mana kalau kita adakan lomba lari buat pembuktian".
Tantang si kancil.
"Wah...baik. Siapa takut? Sudah pasti aku yang akan menang..hahaha
Kapan dan di mana tempatnya? Silah kan kamu yang pilih..". Kata si
kuda semakin angkuh.
"Besok sore..di bukit tengah hutan. Siapa yang bisa lebih dulu sampai
di atas bukit,dialah pemenangnya..". Jawab kancil.
"Baik..sampai ketemu besok sore. Dasar kancil pecundang..hahaha...".
Kata kuda sambil berlari meninggalkan kancil.
Esoknya pagi-pagi sekali kancil sudah datang ke bukit. Dia berlatih
dan berusaha mempelajari medan perlombaan.
Sedangkan si kuda seharian tidur dengan bermalas-malasan.
Dia tidak berlatih karena sudah yakin dengan kecepatan yang dia
miliki,dia pasti yang akan jadi pemenangnya.
Ahirnya waktu sorepun tiba. Si kuda datang dengan membawa serta
teman-temanya,tujuanya untuk mengejek kancil ketika dia menang nanti.
Dan teman-teman kancil pun juga datang,mereka ingin memberi dukungan
dan semangat untuk si kancil agar berusaha dan tak gampang menyerah.
Perlombaan pun ahirnya di mulai. Dengan kecepatan yang dia miliki,si
kuda memimpin pada awal pertandingan.
Tapi ketika sampai di tengah perjalanan,keadaan mulai berubah.
Jalanan hutan yang penuh ranting pohon dan semak belukar membuat si
kuda kesulitan berlari,hingga larinya jadi melambat.
Sedangkan si kancil yang telah tau medan karena giat berlatih tak
merasa kesulitan sama sekali.
Dengan tubuhnya yang kecil tapi gesit dan lincah,si kancil dapat
menghindari ranting dan menerobos semak belukar dengan mudah.
Dan ahirnya si kancil dapat memenangkan lomba itu karena kegigihan dan
semangatnya untuk berlatih.
Sedangkan si kuda yang tau bahwa dirinya kalah oleh si kancil,hanya
dapat tertunduk dan merasa sangat malu pada kata-kata sesumbarnya
sendiri.
Dan mulai saat itu,si kuda tak berani menyombongkan diri lagi.
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/dongeng-si-kancil-dan-kuda-yang-angkuh_7.html
Mendung masih bergelanyut manja di kolong langit. Pucuk-pucuk dedaunan
masih basah membekas sisa-sisa hujan bagai butiran mutiara.
Sore itu si kancil berjalan di perbatasan hutan. Dia dalam perjalanan
pulang setelah seharian berkeliling hutan menikmati rumput-rumput yang
segar.
Dari kejauhan si kancil melihat kuda yang berlari dengan kencang.
Helai-helai bulu bak rambut yang tumbuh di bagian atas lehernya
tergerai tersapu angin,membuat kuda itu tampak sangat gagah dan
menakjubkan.
Kuda itu terus berlari menghampiri si kancil. Dengan kencangnya dia
melewati si kancil dan menginjak kubangan air di dekat si kancil
hingga air itu muncrat mengenai si kancil yang terkejut.
"Hai kuda..!! Hati-hati kalu berlari. Lihat jalan dong...!!". Teriak kancil.
Merasa dirinya di tegur,kuda itu pun berhenti dan menghampiri si kancil.
"Memangnya kenapa? Ini kan jalan umum,jadi bebas dong!". Kata si kuda membantah.
"Iya.. Tapi lihat-lihat juga pengguna jalan yang lain. Jangan
cepat-cepat kalau lari,ini kan bukan jalan punya nenek moyang mu..".
Kata si kancil sedikit jengkel.
"Lho..memangnya apa urusan mu? Aku mau lari kencang atau tidak,itu kan
hak ku. Paling-paling kau cuma iri karena tak bisa lari secepat aku.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa akulah hewan tercepat di seluruh hutan
ini,bahkan harimau dan singa pun tak sanggup mengalahkan
ku..hahaha..". Kata kuda dengan sombongnya.
Merasa dirinya di hina,si kancil pun merasa tertantang. Lalu timbulah
niat nekat di fikiranya...
"Wah..siapa bilang aku akan kalah oleh mu? Kalau kau memang
berani,bagai mana kalau kita adakan lomba lari buat pembuktian".
Tantang si kancil.
"Wah...baik. Siapa takut? Sudah pasti aku yang akan menang..hahaha
Kapan dan di mana tempatnya? Silah kan kamu yang pilih..". Kata si
kuda semakin angkuh.
"Besok sore..di bukit tengah hutan. Siapa yang bisa lebih dulu sampai
di atas bukit,dialah pemenangnya..". Jawab kancil.
"Baik..sampai ketemu besok sore. Dasar kancil pecundang..hahaha...".
Kata kuda sambil berlari meninggalkan kancil.
Esoknya pagi-pagi sekali kancil sudah datang ke bukit. Dia berlatih
dan berusaha mempelajari medan perlombaan.
Sedangkan si kuda seharian tidur dengan bermalas-malasan.
Dia tidak berlatih karena sudah yakin dengan kecepatan yang dia
miliki,dia pasti yang akan jadi pemenangnya.
Ahirnya waktu sorepun tiba. Si kuda datang dengan membawa serta
teman-temanya,tujuanya untuk mengejek kancil ketika dia menang nanti.
Dan teman-teman kancil pun juga datang,mereka ingin memberi dukungan
dan semangat untuk si kancil agar berusaha dan tak gampang menyerah.
Perlombaan pun ahirnya di mulai. Dengan kecepatan yang dia miliki,si
kuda memimpin pada awal pertandingan.
Tapi ketika sampai di tengah perjalanan,keadaan mulai berubah.
Jalanan hutan yang penuh ranting pohon dan semak belukar membuat si
kuda kesulitan berlari,hingga larinya jadi melambat.
Sedangkan si kancil yang telah tau medan karena giat berlatih tak
merasa kesulitan sama sekali.
Dengan tubuhnya yang kecil tapi gesit dan lincah,si kancil dapat
menghindari ranting dan menerobos semak belukar dengan mudah.
Dan ahirnya si kancil dapat memenangkan lomba itu karena kegigihan dan
semangatnya untuk berlatih.
Sedangkan si kuda yang tau bahwa dirinya kalah oleh si kancil,hanya
dapat tertunduk dan merasa sangat malu pada kata-kata sesumbarnya
sendiri.
Dan mulai saat itu,si kuda tak berani menyombongkan diri lagi.
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/dongeng-si-kancil-dan-kuda-yang-angkuh_7.html
tulisan 6
KANG SANTRI DAN SAYUR AJAIB
Jum'at pagi yang cerah di lingkungan pesantren,para santri sedang
sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Hari jum'at adalah hari yang paling di tunggu-tunggu selama seminggu.
Hari spesial di mana tak ada kegiatan mengaji dan waktu untuk mengibur diri.
Ada yang main sepak bola di lapangan pesantren,ada yang sibuk
menghafal kitab,ada nyuci baju,dan ada juga yang mengisi waktu dengan
nongkrong di depan komplek pesantren sambil bercanda.
Di depan komplek C kamar nomer 6,kang bahlul dkk terlihat sedang sibuk
mengiris sayuran. Mereka sedang masak lauk buat sarapan.
Kelompok di bagi dua grup.
Grup 1 yang terdiri dari kamso,ikhsan,dan wahab bagian memasak nasi.
Mereka sudah terlebih dahulu meluncur ke dapur.
Sedang grup 2 yang terdiri dari kang bahlul,badrun,udin,dan soleh
bagian memasak sayur dan lauk. Anggota grup 2 lebih banyak karena
pekerjaanya memang lebih ribet.
Buat kalangan santri cowok memasak memang termasuk kategori pekerjaan
paling ruwet,pekerjaan yang mestinya bisa di lakukan SATU orang cewek
harus di lakukan dengan sistem gotong royong..
Maklum lah...namanya juga cowok,memasak itu bukan bidang
aslinya..betul? Hehehe....
Setelah sibuk dari tadi iris sana,iris sini,ulek kanan,ulek
kiri..ahirnya bumbu dan sayur yang akan di masak sudah siap.
Kang bahlul dkk pun segera meluncur ke dapur menyusul kloter pertama.
Wajan,tungku,dan nampan pun segera di siapkan.
Dan acara memasak pun di mulai,dengan di iringi sedikit canda tawa
untuk mengisi waktu menunggu sayur matang.
Wajan,tungku,dan nampan pun segera di siapkan.
Dan acara memasak pun di mulai,dengan di iringi sedikit canda tawa
untuk mengisi waktu menunggu sayur matang.
Tak berapa lama,tiba-tiba terdengar pengumuman dari masjid. Kang balul
dkk pun mendengarkan pengumuman itu dengan seksama.
"Assalamu'alaikum wr.wb... Di beritahukan pada semua santri,nanti
tepat pukul 8 di harapkan semua berkumpul.
Akan ada ziarah makam bersama. Bagi yang tidak ikut atau datang
telat,akan mendapat "ta'jir". Demikian pengumuman saya sampaikan.
Wassalamu'alaikum wr.wb..".
Kang bahlul dkk yang mendengar pengumuman itupun segera melihat jam.
" wah..sudah jam 7:45,tinggal 15 menit lagi brow...ayo cepet-cepet
masaknya. Nanti kita gak sempat sarapan lho..". Kata kang bahlul.
" wah...sip kang,sebentar lagi juga mateng..tapi coba sampean icipi
dulu,apa sudah enak belum". Kata soleh.
Kang bahlul pun mengambil sedikit untuk di icip,ternyata rasanya
hambar karena tadi lupa ngasih garam.
" wah...kurang asin ini. Gak ada rasanya,pasti tadi lupa di kasih
garam. Mana waktu sudah mepet banget lagi...
Eh din udin,kamu lari ke kamar sebentar,ambil garam yang ada di
plastik di atas tempat sabun. Cepet ya,soalnya waktu sudah mepet..".
Pinta kang bahlul.
" Baik kang...". Kata si udin yang masih tergolong santri junior
sambil berlari ke kamar.
Sampai di kamar,si udin segera menuju tempat garam sesuai petunjuk.
Ada dua kantong plastik berwarna putih di situ,karena buru-buru
langsung saja dia ambil salah satu tanpa sempat memeriksanya.
Kemudian si udin segera berlari lagi menuju dapur.
Melihat udin berlari dari kejauhan,kang bahlul pun berteriak..
"Din...cepet din...!! Ini sayurnya sudah hampir matang..". Teriak kang bahlul.
Si udin pun mempercepat larinya,setelah sampai...dengan nafas senin
kamis dia langsung menumpahkan isi bungkusan yang dia ambil tadi ke
dalam wajan.
Langsung saja kang bahlul mengaduknya agar meresap sempurna ke dalam masakan.
Tapi keajaiban terjadi...
Kang bahlul dkk terkejut karena sayur yang di aduk kang bahlul jadi berbusa.
Bahkan busanya sampai keluar memenuhi wajan.
"Lho..ini tadi yang kamu ambil apa din?".Tanya kang bahlul bingung.
"Sesuai reques kang,plastik putih di atas tempat sabun...". Jawab udin
tanpa ada rasa salah.
"Tapi kok bisa berbusa gini...kamu yakin gak salah ambil?".Tanya kang
bahlul memastikan.
"100% yakin kang..plastik putih di atas tempat sabun". Jawab udin mantab.
Melihat kehebohan yang terjadi di grup 2,anggota grup 1 pun datang
untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Nah...ahirnya masalahnya clear setelah si kamso cerita,kalau tadi pagi
sehabis subuh dia nyuci. Dan sisa deterjen dia bungkus plastik dan di
taruh di atas tempat sabun. Tepat di sebelah bungkusan garam.
Jadi ceritanya si udin salah ngambil. Tapi mau nyalahin siapa juga?
Baik kang bahlul ataupun udin gak tau kalau si kamso juga naruh
bungkusan sabun di situ.
Jadi terpaksa....pagi itu kang bahlul dkk harus makan nasi putih saja.
Sedangkan sayurnya gak lagi bisa di makan,karena telah menjadi sayur
ajaib yang berbusa .
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/kang-santri-dan-sayur-ajaib.html
Jum'at pagi yang cerah di lingkungan pesantren,para santri sedang
sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Hari jum'at adalah hari yang paling di tunggu-tunggu selama seminggu.
Hari spesial di mana tak ada kegiatan mengaji dan waktu untuk mengibur diri.
Ada yang main sepak bola di lapangan pesantren,ada yang sibuk
menghafal kitab,ada nyuci baju,dan ada juga yang mengisi waktu dengan
nongkrong di depan komplek pesantren sambil bercanda.
Di depan komplek C kamar nomer 6,kang bahlul dkk terlihat sedang sibuk
mengiris sayuran. Mereka sedang masak lauk buat sarapan.
Kelompok di bagi dua grup.
Grup 1 yang terdiri dari kamso,ikhsan,dan wahab bagian memasak nasi.
Mereka sudah terlebih dahulu meluncur ke dapur.
Sedang grup 2 yang terdiri dari kang bahlul,badrun,udin,dan soleh
bagian memasak sayur dan lauk. Anggota grup 2 lebih banyak karena
pekerjaanya memang lebih ribet.
Buat kalangan santri cowok memasak memang termasuk kategori pekerjaan
paling ruwet,pekerjaan yang mestinya bisa di lakukan SATU orang cewek
harus di lakukan dengan sistem gotong royong..
Maklum lah...namanya juga cowok,memasak itu bukan bidang
aslinya..betul? Hehehe....
Setelah sibuk dari tadi iris sana,iris sini,ulek kanan,ulek
kiri..ahirnya bumbu dan sayur yang akan di masak sudah siap.
Kang bahlul dkk pun segera meluncur ke dapur menyusul kloter pertama.
Wajan,tungku,dan nampan pun segera di siapkan.
Dan acara memasak pun di mulai,dengan di iringi sedikit canda tawa
untuk mengisi waktu menunggu sayur matang.
Wajan,tungku,dan nampan pun segera di siapkan.
Dan acara memasak pun di mulai,dengan di iringi sedikit canda tawa
untuk mengisi waktu menunggu sayur matang.
Tak berapa lama,tiba-tiba terdengar pengumuman dari masjid. Kang balul
dkk pun mendengarkan pengumuman itu dengan seksama.
"Assalamu'alaikum wr.wb... Di beritahukan pada semua santri,nanti
tepat pukul 8 di harapkan semua berkumpul.
Akan ada ziarah makam bersama. Bagi yang tidak ikut atau datang
telat,akan mendapat "ta'jir". Demikian pengumuman saya sampaikan.
Wassalamu'alaikum wr.wb..".
Kang bahlul dkk yang mendengar pengumuman itupun segera melihat jam.
" wah..sudah jam 7:45,tinggal 15 menit lagi brow...ayo cepet-cepet
masaknya. Nanti kita gak sempat sarapan lho..". Kata kang bahlul.
" wah...sip kang,sebentar lagi juga mateng..tapi coba sampean icipi
dulu,apa sudah enak belum". Kata soleh.
Kang bahlul pun mengambil sedikit untuk di icip,ternyata rasanya
hambar karena tadi lupa ngasih garam.
" wah...kurang asin ini. Gak ada rasanya,pasti tadi lupa di kasih
garam. Mana waktu sudah mepet banget lagi...
Eh din udin,kamu lari ke kamar sebentar,ambil garam yang ada di
plastik di atas tempat sabun. Cepet ya,soalnya waktu sudah mepet..".
Pinta kang bahlul.
" Baik kang...". Kata si udin yang masih tergolong santri junior
sambil berlari ke kamar.
Sampai di kamar,si udin segera menuju tempat garam sesuai petunjuk.
Ada dua kantong plastik berwarna putih di situ,karena buru-buru
langsung saja dia ambil salah satu tanpa sempat memeriksanya.
Kemudian si udin segera berlari lagi menuju dapur.
Melihat udin berlari dari kejauhan,kang bahlul pun berteriak..
"Din...cepet din...!! Ini sayurnya sudah hampir matang..". Teriak kang bahlul.
Si udin pun mempercepat larinya,setelah sampai...dengan nafas senin
kamis dia langsung menumpahkan isi bungkusan yang dia ambil tadi ke
dalam wajan.
Langsung saja kang bahlul mengaduknya agar meresap sempurna ke dalam masakan.
Tapi keajaiban terjadi...
Kang bahlul dkk terkejut karena sayur yang di aduk kang bahlul jadi berbusa.
Bahkan busanya sampai keluar memenuhi wajan.
"Lho..ini tadi yang kamu ambil apa din?".Tanya kang bahlul bingung.
"Sesuai reques kang,plastik putih di atas tempat sabun...". Jawab udin
tanpa ada rasa salah.
"Tapi kok bisa berbusa gini...kamu yakin gak salah ambil?".Tanya kang
bahlul memastikan.
"100% yakin kang..plastik putih di atas tempat sabun". Jawab udin mantab.
Melihat kehebohan yang terjadi di grup 2,anggota grup 1 pun datang
untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Nah...ahirnya masalahnya clear setelah si kamso cerita,kalau tadi pagi
sehabis subuh dia nyuci. Dan sisa deterjen dia bungkus plastik dan di
taruh di atas tempat sabun. Tepat di sebelah bungkusan garam.
Jadi ceritanya si udin salah ngambil. Tapi mau nyalahin siapa juga?
Baik kang bahlul ataupun udin gak tau kalau si kamso juga naruh
bungkusan sabun di situ.
Jadi terpaksa....pagi itu kang bahlul dkk harus makan nasi putih saja.
Sedangkan sayurnya gak lagi bisa di makan,karena telah menjadi sayur
ajaib yang berbusa .
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/kang-santri-dan-sayur-ajaib.html
tulisan 5
PETUALANGAN SIMBAD DI PULAU MISTERIUS
sumber : http://www.negridongeng.com/2013/05/petualangan-sinbad-di-pulau-misterius.html
Kisah tentang Sinbad si pelaut adalah salah satu kisah yang
terkenal di antara kisah-kisah 1001 malam.Konon kisah Sinbad ini terjadi pada
masa pemerintahan sultan harun arrasyid di negri bagdad.Sinbad adalah anak seorang
pedagang besar di masa itu yang sangat kaya raya.Sewaktu Sinbad masih
kecil,ayahnya meninggal dunia,sehingga dia mewarisi semua harta kekayaan
ayahnya yang sangat banyak dan berlimpah.
Karena usianya yang masih sangat muda di waaktu itu,dia pun
menggunakan hartanya untuk sekedar bersenang-senang dan berfoya-foya.Lambat
laun harta kekayaan yang dia miliki pun semakin habis,hanya tersisa beberapa
rumah dan beberapa bidang tanah.Untungnya Sinbad mulai menyadari
kesalahanya,sebelum semuanya hartanya habis dia pun berniat untuk bekerja dan
mulai meninggalkan kehidupan berfoya-foya.
Dia pun menjual semua harta yang dia miliki dan berniat
untuk pergi berdagang.Setelah terkumpul uang sebanyak 3000 dirham,dia pun
berangkat ke kota basrah.Dari kota basrah…Sinbad ikut berlayar pada sebuah
kapal.Sinbad berlayar berhari-hari,singgah dari pulau ke pulau untuk melakukan
pertukaran dan jual beli.
Hingga pada suatu hari tibalah Sinbad pada sebuah pulau yang
sangat indah,di situ kapten berlabuh,membuang sauh,dan mengeluarkan papan untuk
mendarat.Para penumpang yang terdiri dari para pedagang pun turun ke pulau
itu.Ada yang mencuci,ada yang memasak,dan ada juga yang sekedar berjalan-jalan
melihat pemandangan sekeliling pulau.Dan Sinbad adalah salah satu yang ikut
berkeliling.Pulau itu memang sangat indah,butiran pasir putih mengelilingi
sekitar pantai,dan pohon-pohon yang hijau tumbuh di atas pulau.Membuat decak
kagum bagi tiap orang yang melihatnya.
Tapi belum berapa lama mereka berkeliling,tiba-tiba
terdengar kapten kapal berteriak.
“hai kalian semua…cepat naik ke kapal!! Pulau yang kalian
singgahi ini akan segera tenggelam..segera selamatkan diri kalian..!!!”.Teriak
kapten dari atas kapal.
Ternyata benar,pulau yang di singgahi Sinbad itu tiba-tiba
bergerak.Semakin lama-semakin tenggelam.Para awak dan penumpang kapal pun
berlarian naik ke atas kapal.Mereka membawa sebagian barang berharga yang
sempat mereka bawa,sedangkan orang-orang yang jauh dari kapal tak seberuntung
mereka.Karena tak sempat menjangkau kapal,mereka pun tenggelam bersama pulau
itu.
Ternyata pulau itu bukanlah sebuah pulau seperti yang mereka
kira.Tapi pulau itu adalah punggung sebuah ikan paus yang sangat besar,karena
lama berdiam hingga terbungkus pasir dan pohon-pohon tumbuh di atasnya.Karena
panas api yang di nyalakan para pedagang untuk memasak di atas ikan itu,membuat
ikan itu terbangun dan bergerak.Hingga membuat semua yang ada di atasnya ikut
tenggelam bersamanya.
Tapi allah berkehendak lain,ketika Sinbad sudah hampir
tenggelam…ada papan yang biasa di gunakan untuk mencuci yang hanyut di
depanya.Segera dia menjangkau papan itu dan berpegang erat padanya.Sedang kapal
yang tadi dia tumpangi telah berlayar menjauh.Sinbad berusaha berteriak
memanggil,tapi karena suasana malam yang gelap dan suara gemuruh pulau yang
tenggelam membuat suaranya tak dapat di dengar oleh kapten kapal.Ahirnya Sinbad
pun mulai mengayuh dengan tanganya,dia terayun ombak ke kanan dan e kiri tanpa
daya.Tapi Sinbad masih bersyukur,karena nasibnya lebih beruntung dari pada
teman-temanya yang tenggelam karena tak sempat menyelamatkan diri.
Setelah sehari semalam lamanya dia terombang ambing di
lautan,ahirnya kerena bantuan angin dan gelombang Sinbad terdampar di sebuah
pulau.Sinbad segera merangkak ke pinggir pantai,kakinya telah bengkak dan mati
rasa.Terlihat ada bekas gigitan–gigitan ikan di sekitar kakinya.Dengan tenaga
yang tersisa,Sinbad terus merangkak mencapai ke atas daratan.Setelah dia sampai
di bawah sebuah pohon,Sinbad pun beristirahat di situ.Karena rasa lelah dan
tenaga yang terkuras,ahirnya Sinbad pun pingsan di bawah pohon itu.Dia pingsan
hampir sehari lamanya,setelah dia sadar…dia pun mencari makanan dan minuman
untuk memulihkan tenaganya.Karena kakinya masih bengkak,dia pun berkeliling
pulau dengan merangkak dan kadang menyeret kakinya.Untungnya pualau itu di
penuhi pohon-pohon yang berbuah lebat.
Jadi Sinbad tak terlalu kesulitan untuk mencari
makanan,sedangkan untuk minum Sinbad cukup minum dari air sungai yang mengalir
dengan jernih di sekitar pulau.Sinbad hidup dengan keadaan begini selama
beberapa hari.Setelah keadaanya pulih,Sinbad pun berjalan berkeliling pulau.sewaktu
dia tiba di pinggir pantai,dia melihat ada seekor kuda yang sangat indah di
ikat di pantai itu.
Karena rasa penasaran,Sinbad pun menghampiri kuda itu.Karena
terkejut dengan kedatangan Sinbad,kuda itu pun meringkik-ringkik.Tiba-tiba dari
kejauhan Sinbad melihat seorang lelaki berlari dengan memukul-mukul perisai
besi yang dia bawa dengan pedangnya.Tapi setelah melihat Sinbad yang ada di
samping kudanya,pria itu menghentikan perbuatanya dan kemudian menghampiri Sinbad.
“Ku kira tadi tuan adalah kuda laut,maka saya memukul-mukul tampeng
dengan pedang untuk mengusirnya.Tapi ternyata tak seperti dugaan saya…kalau
boleh tahu,siapakah tuan ini dan bagai mana bisa sampai di tempat ini?”.Tanya
lelaki itu kepada Sinbad.
Lalu Sinbad pun menceritakan keadaan yang telah menimpa
dirinya dari awal sampai ahirnya dia sampai di tempat itu.Lelaki itu pun
mendengarkan semua cerita Sinbad dengan rasa kagum dan heran dengan apa yang
telah di alami Sinbad.
“Masya allah….sungguh maha besar allah yang telah
menyelamatkan tuan dari bahaya yang membinasakan itu..”.Kata lelaki itu.
Lalu lelaki itu pun mulai bercerita,bahwa dia adalah salah
satu orang yang tersebar di pulau ini.
Dia adalah salah satu pelayan perawat kuda raja mihrajain.Setiap
bulan enam pada bulan purnama,dia dan kawan-kawanya datang ke pulau itu dengan
membawa kuda-kuda betina terbaik.Lalu kuda-kuda itu akan di ikat di pantai
kemudian mereka akan bersembunyi,setelah malam tiba..kuda laut jantan yang
gagah dan besar akan keluar dan mendatangi kuda-kuda yang mereka ikat untuk
kawin.Setelah kuda laut itu selesai,dia akan berusaha membawa serta kuda
betina agar mau ikut bersamanya.Tapi karena posisinya di ikat,tentu saja kuda
betina itu hanya bisa meringkik-ringkik saja.
Dan di saat mereka mendengar ringkikan kuda,maka mereka akan
berlari menghampiri dengan memukul-mukul tameng dengan pedangnya untuk
menakut-nakuti kuda laut agar pergi menjauh.
Dan kuda betina yang telah di kawini oleh kuda laut tadi
akan di bawa pulang kembali ke negri mereka dan melahirkan anak kuda yang baik
dan berharga sangat mahal.Ahirnya Sinbad pun ikut menumpang kapal dan pergi ke
negri mereka.Sinbad pun di hadapkan kepada raja mihrajain dan menceritakan semua
kisah yang di alaminya.Raja mihrajain pun terkagum-kagum dan menaruh simpati
pada nasib yang menimpa Sinbad.Ahirnya Sinbad pun di angkat oleh raja mihrajain
sebagai pengawas pelabuhan,siapa tahu dia bisa bertemu dengan kapal yang
membawa barang-barang daganganya.
Sudah hampir satu bulan Sinbad menjadi pengawas
pelabuhan,dia hampir putus asa untuk bisa menemukan kapal yang membawanya
dulu.Hingga pada suatu hari ada sebuah kapal yang singgah di pelabuhan,seperti
biasa Sinbad melakukan tugasnya sebagi pengawas pelabuahn mengecek
barang-barang apa saja yang di bawa kapal itu.Sinbad pun menemui kapten kapal
untuk menemaninya mengawasi tiap barang yang di keluarkan dari kapal.
“Apakah hanya itu saja? Tak ada lagi barang yang ada di
dalam kapal?”.Tanya Sinbad.
“Tidak…masih ada beberapa barang lagi di dalam kapal.Tapi
barang itu adalah milik seorang saudagar yang berlayar bersama kami tapi dia
tenggelam karena musibah yang menimpa rombongan kami.Jadi kami bermaksud
mengembalikan barang-barang itu pada keluarganya yang ada di bagdad”.Jawab
kapten kapal itu menjelaskan.
“Memangnya siapa nama saudagar yang tenggelam itu?”.Tanya Sinbad
penasaran.
“Namanya adalah Sinbad..”.Jawab sang kapten.
Mendengar jawaban kapten,Sinbad pun terkejut.Dia pun mulai
menyelidik dan memperhatikan wajah si kapten dengan seksama.Ternyata kapten itu
adalah pemimpin kapal yang dulu pernah dia naiki.
“wahai kapten..akulah orang yang tuan maksud..aku lah Sinbad…”.Kata
Sinbad.
“Ah…kau tidak mungkin dia.kau hanya orang yang mengaku-ngaku
jadi dirinya setelah mendengar barang berharga yang telah aku ceritakan.Kau
hanya orang yang ingin mengembil harta itu tanpa hak..”.Kata kapten dengan
tegas.
Lalu Sinbad pun menjelaskan kisahnya pada si kapten,dari
tiap barang apa saja yang dia bawa dikapal,tentang masalahnya dengan si kapten
yang hanya di ketahuai dirinya dan kapten untuk meyakinkan si kapten.
Setelah mendengar semua cerita dari Sinbad dan melihat wajah Sinbad
dengan seksama,ahirnya si kapten pun mengenali Sinbad dan mempercayainya.Lalu si
kapten pun mengajak Sinbad masuk ke kapal untuk memeriksa barang-barangnya,dan
ternyata barang-barangnya tetap utuh tanpa kurang suatu apapun.
Lalu Sinbad pun mengajak kapten kapal menemui raja dengan
membawa barang-barang berharganya sebagai hadiah untuk membalas kebaikan
raja.Dan karena Sinbad sangat di percaya dan di sayang oleh raja,raja pun
membalas hadiah Sinbad dengan lebih banyak hadiah-hadiah yang sangat
berharga.Lalu sinbad pun berpamitan pada raja untuk ikut kembali berlayar,dengan
berat hati sang raja pun melepas kepergian Sinbad.
sumber : http://www.negridongeng.com/2013/05/petualangan-sinbad-di-pulau-misterius.html
tulisan 4
KETIKA SI KANCIL MAKAN SINGA
P ada suatu hari si kancil sedang berjalan melewati padang rumput yang luas.
Dia bosan dengan suasana hutan dan ingin mencari udara segar.
Suasana padang rumput yang luas dan terbuka memberi suasana baru bagi
fikiran kancil yang sedang penat.
Di sana kancil banyak bertemu kawan-kawan baru yang selama ini jarang
dia temui di dalam hutan.
Ada banteng,kudanil,jerapah,rusa,dan masih banyak hewan-hewan lainya
yang hidupnya di alam terbuka.
Tak terasa hari sudah mulai sore,si kancil pun berniat pulang ke
rumahnya di dalam hutan.
Di sepanjang jalan kancil bernyanyi riang untuk mengisi waktu dan
mengusir jenuhnya perjalanan,karena perjalanan ke rumah bukanlah jarak
yang dekat.
Hari itu si kancil mendapat banyak pengalaman baru dan teman-teman
baru,hingga membuat kancil merasa gembira akan kunjunganya kali ini.
Tapi sungguh sial bagi si kancil,ketika dia sampai di pinggir hutan
dia bertemu dengan singa.
Tanpa menunggu aba-aba,dengan reflek si kancil berlari untuk menjauh
dan menyelamatkan diri masuk ke dalam hutan.
Tentu saja singa tak tinggal diam,dia pun mengejar kancil dan
mengikutinya masuk ke dalam hutan.
Tapi karena singa biasa hidup dan berburu di area padang rumput,dia
sedikit kualahan mengejar kancil di dalam hutan.
Banyaknya semak dan akar membuat singa sedikit terhambat,tapi
sebaliknya bagi kancil.Karena biasa hidup dalam hutan,dia tahu benar
seluk beluk hutan itu.
Hingga si kancil tak kesulitan untuk berlari dengan bebas.
Ahirnya tibalah si kancil pada sebuah kolam yang sangat jernih,hingga
dia bisa bercermin di atasnya.
Karena rasa lelah setelah berlari,si kancil pun beristirahat di situ.
''Ah..istirahat dulu.Mungkin singa itu sudah tak mengejar ku lagi.Dia
tak terbiasa masuk hutan,mungkin dia sudah menyerah lalu kembali ke
padang rumput''.Gumam kancil dengan nafas ngos-ngosan.
Tapi baru beberapa saat kancil beristirahat,tiba-tiba singa itu datang.
"Hai mahluk kecil,mau lari kemana lagi kau.Kau ini makanan jenis
apa?Banteng bukan,karena kau tak punya tanduk.Rusa juga bukan,karena
ukuran tubuh mu
terlalu kecil untuk ukuran rusa.Tapi tak apa lah..aku sedang
lapar,paling tidak kau bisa sedikit mengganjal perut
ku.Hahaha..ggrrrrrr''.Kata singa sambil menggeram.
Tentu saja si kancil terkejut dengan kedatangan singa yang
tiba-tiba,kancil sama sekali tidak siap.
Tapi kancil teringat dengan air kolam tadi,dan kini dia punya ide
untuk mengusir singa itu.
''Hai singa..kau tak kenal aku?Sungguh nyali mu besar sekali berani
mengikuti ku sampai tempat ku ini,sudah bosan hidup kau?''.Kata si
kancil menggertak.
Mendengar ucapan kancil,singa pun terkejut.Rasa penasaran muncul di
benaknya,karena baru kali ini ada mahluk sekecil si kancil berani
menggertaknya.
''Kurang ajar..!!Berani sekali mahluk kecil seperti mu mengancam
aku.Kau tak kenal siapa aku?Aku adalah raja hutan penguasa padang
rumput..''.Kata singa geram.
''Hah..aku kasihan kepada mu.Kau sangat bodoh sekali.Aku tadi lari
bukan karena aku takut pada mu,tapi aku memang sengaja memancing mu ke
sini...tempat pembantaian favorit ku''.Kata si kancil dengan tenang.
''Kasihan?Bodoh?Tempat pembantaian?Apa maksud mu?''.Tanya singa
penasaran,mulai timbul rasa takut di hatinya.
''Maksud ku..kau tertipu dengan penampilan ku.Banyak sudah singa-singa
seperti mu mati ku makan.Mereka tertipu dengan tubuh kecil ku,dan
mengejar ku sampai tempat ini.Tapi sial bagi mereka..bukanya aku yang
mereka makan,malah sebaliknya mereka yang ku makan''.Kata kancil
meyakinkan.
''Hah..kau bohong..!! Binatang kecil seperti mu pasti hanya bersiasat
untuk menipu ku,agar kau tak jadi ku makan.. ''.kata singa.
''Aku tak bohong,aku hanya kasihan saja pada mu.Tapi karena aku sedang
baik hati,aku beri kau kesempatan.Aku memakan singa-singa yang lain
dan mengumpulkan kepala mereka di dalam lubang itu''.Kata kancil
menunjuk ke arah kolam.
''kau ku beri satu kesempatan untuk membuktikan sendiri,tengoklah ke
dalam lubang itu.Maka kau akan melihat kepala singa di dalamnya..tapi
jangan lama-lama,keburu kesabaran ku hilang''.Kata si kancil lagi.
Karena penasaran,singa pun menengok ke arah kolam.
Dan ketika singa itu melihat ke dalam kolam,dia melihat pantulan dari
dirinya sendiri.
Tapi karena dia hanya menjulurkan kepalanya saja untuk melihat ke
dalam kolam,maka dia hanya melihat kepalanya saja.
Sehingga dia mengira bahwa kepala singa yang ada di dalam kolam itu
adalah korban-Korban si kancil seperti kata si kancil.
Kontan saja singa itu berlari ketakutan menuju ke arah padang
rumput,meninggalkan si kancil yang hanya bisa tertawa geli melihat
singa yang ternyata bisa juga termakan tipu dayanya.
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/ketika-si-kancil-makan-singa.html
P ada suatu hari si kancil sedang berjalan melewati padang rumput yang luas.
Dia bosan dengan suasana hutan dan ingin mencari udara segar.
Suasana padang rumput yang luas dan terbuka memberi suasana baru bagi
fikiran kancil yang sedang penat.
Di sana kancil banyak bertemu kawan-kawan baru yang selama ini jarang
dia temui di dalam hutan.
Ada banteng,kudanil,jerapah,rusa,dan masih banyak hewan-hewan lainya
yang hidupnya di alam terbuka.
Tak terasa hari sudah mulai sore,si kancil pun berniat pulang ke
rumahnya di dalam hutan.
Di sepanjang jalan kancil bernyanyi riang untuk mengisi waktu dan
mengusir jenuhnya perjalanan,karena perjalanan ke rumah bukanlah jarak
yang dekat.
Hari itu si kancil mendapat banyak pengalaman baru dan teman-teman
baru,hingga membuat kancil merasa gembira akan kunjunganya kali ini.
Tapi sungguh sial bagi si kancil,ketika dia sampai di pinggir hutan
dia bertemu dengan singa.
Tanpa menunggu aba-aba,dengan reflek si kancil berlari untuk menjauh
dan menyelamatkan diri masuk ke dalam hutan.
Tentu saja singa tak tinggal diam,dia pun mengejar kancil dan
mengikutinya masuk ke dalam hutan.
Tapi karena singa biasa hidup dan berburu di area padang rumput,dia
sedikit kualahan mengejar kancil di dalam hutan.
Banyaknya semak dan akar membuat singa sedikit terhambat,tapi
sebaliknya bagi kancil.Karena biasa hidup dalam hutan,dia tahu benar
seluk beluk hutan itu.
Hingga si kancil tak kesulitan untuk berlari dengan bebas.
Ahirnya tibalah si kancil pada sebuah kolam yang sangat jernih,hingga
dia bisa bercermin di atasnya.
Karena rasa lelah setelah berlari,si kancil pun beristirahat di situ.
''Ah..istirahat dulu.Mungkin singa itu sudah tak mengejar ku lagi.Dia
tak terbiasa masuk hutan,mungkin dia sudah menyerah lalu kembali ke
padang rumput''.Gumam kancil dengan nafas ngos-ngosan.
Tapi baru beberapa saat kancil beristirahat,tiba-tiba singa itu datang.
"Hai mahluk kecil,mau lari kemana lagi kau.Kau ini makanan jenis
apa?Banteng bukan,karena kau tak punya tanduk.Rusa juga bukan,karena
ukuran tubuh mu
terlalu kecil untuk ukuran rusa.Tapi tak apa lah..aku sedang
lapar,paling tidak kau bisa sedikit mengganjal perut
ku.Hahaha..ggrrrrrr''.Kata singa sambil menggeram.
Tentu saja si kancil terkejut dengan kedatangan singa yang
tiba-tiba,kancil sama sekali tidak siap.
Tapi kancil teringat dengan air kolam tadi,dan kini dia punya ide
untuk mengusir singa itu.
''Hai singa..kau tak kenal aku?Sungguh nyali mu besar sekali berani
mengikuti ku sampai tempat ku ini,sudah bosan hidup kau?''.Kata si
kancil menggertak.
Mendengar ucapan kancil,singa pun terkejut.Rasa penasaran muncul di
benaknya,karena baru kali ini ada mahluk sekecil si kancil berani
menggertaknya.
''Kurang ajar..!!Berani sekali mahluk kecil seperti mu mengancam
aku.Kau tak kenal siapa aku?Aku adalah raja hutan penguasa padang
rumput..''.Kata singa geram.
''Hah..aku kasihan kepada mu.Kau sangat bodoh sekali.Aku tadi lari
bukan karena aku takut pada mu,tapi aku memang sengaja memancing mu ke
sini...tempat pembantaian favorit ku''.Kata si kancil dengan tenang.
''Kasihan?Bodoh?Tempat pembantaian?Apa maksud mu?''.Tanya singa
penasaran,mulai timbul rasa takut di hatinya.
''Maksud ku..kau tertipu dengan penampilan ku.Banyak sudah singa-singa
seperti mu mati ku makan.Mereka tertipu dengan tubuh kecil ku,dan
mengejar ku sampai tempat ini.Tapi sial bagi mereka..bukanya aku yang
mereka makan,malah sebaliknya mereka yang ku makan''.Kata kancil
meyakinkan.
''Hah..kau bohong..!! Binatang kecil seperti mu pasti hanya bersiasat
untuk menipu ku,agar kau tak jadi ku makan.. ''.kata singa.
''Aku tak bohong,aku hanya kasihan saja pada mu.Tapi karena aku sedang
baik hati,aku beri kau kesempatan.Aku memakan singa-singa yang lain
dan mengumpulkan kepala mereka di dalam lubang itu''.Kata kancil
menunjuk ke arah kolam.
''kau ku beri satu kesempatan untuk membuktikan sendiri,tengoklah ke
dalam lubang itu.Maka kau akan melihat kepala singa di dalamnya..tapi
jangan lama-lama,keburu kesabaran ku hilang''.Kata si kancil lagi.
Karena penasaran,singa pun menengok ke arah kolam.
Dan ketika singa itu melihat ke dalam kolam,dia melihat pantulan dari
dirinya sendiri.
Tapi karena dia hanya menjulurkan kepalanya saja untuk melihat ke
dalam kolam,maka dia hanya melihat kepalanya saja.
Sehingga dia mengira bahwa kepala singa yang ada di dalam kolam itu
adalah korban-Korban si kancil seperti kata si kancil.
Kontan saja singa itu berlari ketakutan menuju ke arah padang
rumput,meninggalkan si kancil yang hanya bisa tertawa geli melihat
singa yang ternyata bisa juga termakan tipu dayanya.
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/ketika-si-kancil-makan-singa.html
tulisan 3
CERITA TIGA PANGERAN
Pada zaman dahulu di pulau madura ada sebuah kerajaan yang besar dan makmur.Rakyatnya hidup tenteram dan cukup sandang pangan.Kerajaan itu di
pimpin oleh seorang raja yang sudah berusia lanjut,dan sudah waktunya
dia mencari pengganti untuk menduduki tahtanya.
Raja itu mempunyai tiga orang putera,dan hal itulah yang membuat sang
raja bingung.Karena takut dia akan salah dalam memilih dan menyebabkan
permusuhan dan perpecahan di kerajaanya.
Tapi ahirnya dia mendapat sebuah ilham untuk membantunya menyelesaikan
permasalahan yang dia hadapi.
Maka pada suatu hari,di panggilah ke tiga puteranya untuk menghadap.
Lalu sang raja berkata..''Hai anak-anak ku,hari ini kalian bertiga ku
panggil menghadap karena suatu hal.Kalian tahu usia ku tak lagi
muda,maka aku berniat mengangkat salah satu dari kalian untuk
menggantikan ku.
Tapi agar adil,aku akan memberi satu pertanyaan yang masing-masing
dari kalian harus jawab.Dan dari jawaban yang kalian utarakan aku akan
menentukan siapa yang berhak menggantikan ku.Dan ketika aku telah
memilih,maka kalian harus rela dan tidak ada dendam yang kalian
pendam''.Kata sang raja.
Ketiga pangeran menyanggupi syarat dari raja.Karena mereka yakin,apa
yang di putuskan oleh ayahandanya adalah pilihan terbaik.
Kemudian sang raja pun berkata lagi''Seperti apa cinta mu pada rakyat mu?''
Anak pertama pun mengangkat tangan dan berkata''Cinta ku pada rakyat
ku sebesar gunung ayahanda''.Jawabnya dengan mantab.
''Hmm..begitu?Mengapa harus sebesar gunung?''.Tanya sang raja lagi.
''Gunung itu besar,tinggi dan kuat mencengkeram tanah.Jadi begitulah
wujud cinta ku,yang kuat,besar dan tak tergoyahkan''.Jawab anak
pertama dengan mantab.
''Tapi bukankah di pulau madura ini tidak ada gunung?Dari mana kau
bisa tahu wujudnya gunung?''.Tanya baginda raja lagi.
''Tapi di pulau jawa ada banyak gunung ayahanda,dan hamba mendengar
semua hal tentang gunung dari orang-orang yang pernah ke sana''.kata
putra menjelaskan.
''Jadi kau menyimpulkan sesuatu dari kabar orang,padahal kau belum
melihatnya sendiri?
Lalu bagaimana cara mu berlaku adil pada rakyat mu jika kau mengetahui
masalah mereka hanya dari kabar yang kau dengar?''.Tanya sang raja.
Anak pertama terdiam mendengar pertanyaan raja,dia menyadari letak
kesalahanya.Lalu sang raja pun ganti bertanya pada putra ke dua.
Dengan mantab dan percaya diri si anak kedua pun menjawab..''Cinta ku
kepada rakyat ku seperti bintang di langit ayahanda''.
''Sebutkan alasan mu..!!''.Pinta raja.
''Bintang itu indah,berkilau,bertaburan tak terhitung dan berada di
langit yang tinggi hingga tak ada yang dapat melampauinya.Bahkan
tingginya gunung sekalipun tak dapat mengalahkanya.Keindahan dan
gemerlapnya dapat di nikmati setiap manusia yang ada di bumi,begitulah
wujud cinta ku ayahanda...seperti bintang,agar semua rakyat ku dapat
menikmati indahnya cinta ku''.Kata anak ke dua menjelaskan.
''Hmm..bagus,niat mu sangat mulia.Tapi..bagaimana mungkin rakyat mu
bisa merasakan cinta mu,bisakah kau bersikap adil?''.Tanya sang raja.
''Maksud ayahanda?''.Tanya anak kedua tak mengerti.
''Begini..bintang itu tinggi,terlalu tinggi hingga tak
terjangkau.Lalu..bagaimana kau bisa berlaku adil pada rakyat mu jika
untuk menemui mu saja mereka tak bisa..?''.Tanya raja.
Anak ke dua pun terdiam tanpa bisa menjawab.Lalu sang raja pun ganti
melanjutkan bertanya pada si bungsu,anak terahirnya.
Raja pun mengutarakan pertanyaan yang sama seperti yang di tanyakan
pada ke dua kakaknya.
''Cinta ku pada rakyat ku seperti garam ayahanda..''.Jawab si bungsu.
''Hmm..kenapa garam?Bukankah garam adalah sesuatu hal yang
remeh?Kenapa tak memilih bulan atau matahari yang lebih
besar,indah,dan bersinar?''.Tanya raja.
''Begini ayahanda...setiap hari hamba menghabiskan waktu untuk
berkeliling negri dan membaur dengan rakyat,bahkan hamba di ajari
membuat garam oleh mereka.Mungkin..garam adalah hal yang sepele dan
tak bernilai,tapi garam adalah hal yang di butuhkan oleh semua
orang.Karena garam adalah hal yang tak terlalu berharga,hingga membuat
semua kalangan bisa mendapatkanya dengan mudah,bahkan jika membelipun
,Garam bisa di dapat dengan harga yang cukup murah.Garam ada di
manapun,hingga tak terlalu sulit untuk menemukanya''.Kata si bungsu
menjelaskan.
Raja terdiam mendengar penjelasan si bungsu.Setelah lama di
tunggu,raja tetap tak menemukan sangkalan untuk si bungsu.
Dan ahirnya raja memutuskan bahwa si bungsulah yang akan menggantikan tahtanya.
Dan kedua kakaknya pun menerima keputusan raja dengan bijak dan lapang dada...
sumber: http://www.negridongeng.com/2013/05/cerita-tiga-pangeran.html
Langganan:
Postingan (Atom)